PUSAT PANTAU PELAKSANAAN BINWIN CATIN

17 September 2017 / 04:34 WIB

Tim Monev Bimwin Kementerian Agama RI Selasa (12/09/2017) berkunjung ke KUA Wonosari untuk memantau pelaksanaan bimbingan perkawinan bagi calon pengantin. Dua orang anggota Tim secara langsung dan dekat ingin mengetahui sekaligus evaluasi atas pelaksanaan bimwin yang baru pertama dilaksanakan secara masal.

Kasubdit Pemberdayaan KUA Adib Machrus dan Alissa Wahid (Putri Gus Dur) berkesempatan sedikit menyampaikan materi dan berdialog dengan peserta. Menurutnya perkawinan mempunyai empat pilar yang menentukan sebuah keluarga akan kokoh atau rapuh. Pertama, berpasangan (zawaj) yaitu pasangan suami isteri saling melengkapi, menopang dan kerja sama. Kedua, janji kokoh (mitsaqan ghalizhan). Suami-isteri sama-sama menghayati perkawinan sebagai ikatan yang kokoh agar bisa menyangga seluruh sendi-sendi kehidupan rumah tangga. Ketiga, saling memperlakukan pasangan dengan baik (mu’asyarah bil ma’ruf) yaitu ikatan perkawinan harus dipelihara dengan cara saling memperlakukan pasangannya dengan baik. Terakhir, musyawarah adalah cara yang sehat untuk berkomunikasi, meminta masukan, menghormati pandangan, dan mengambil keputusan yang terbaik.

Menurut penelitian Puslitbang Kehidupan Keagamaan Kemenag RI 2015 bahwa tingginya angka perceraian bukanlah hal baru dan bukanlah data yang mengejutkan. Justru yang mengejutkan struktur formal maupun non formal di masyarakat belum sepenuhnya merespon fenomena tersebut. Masyarakat seolah tidak memiliki media atau wadah untuk menyampaikan keluhan saat terjadi perbedaan pandangan dalam perkawinan. Tidak ada lembaga yang bisa ditemui ketika perbedaan berkembang menjadi percikan konflik dalam perkawinan. Sehingga Pengadilan Agama menjadi tujuan penyelesaian konflik yang berujung perceraian.

 

Bimbingan perkawinan yang berlangsung dua hari setiap angkatannya diharapkan sebagai penguatan lembaga perkawinan dengan merevitalisasi pelaksanaan kursus calon pengantin (Suscatin) berdurasi 2-3 jam yang selama ini  telah berjalan. Dengan materi mempersiapkan perkawinan yang kokoh menuju keluarga sakinah, mengelola dinamika perkawinan dan keluarga, memenuhi kebutuhan keluarga, kesehatan reproduksi keluarga, mempersiapkan generasi berkualitas, dan manajemen konflik dan membangun ketahanan keluarga bisa menjawab fenomena di atas.|Min| 

    Bagikan    


Copyright (c) 2013, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul Jl. Brigjen Katamso No. 13 Wonosari Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta 55813 Telphon : 0274-391313  
Web Development & Jasa SEO Indonesia by Jogjashop.com